( Tentara AS Di Afganistan )
Amerika Serikat terpilih sebagai ancaman paling signifikan bagi perdamaian dunia, dalam survei di 68 negara yang berbeda. Pandangan anti-Amerika tidak hanya tercatat di negara-negara berlawanan dengan Amerika, tetapi juga di banyak mitra NATO yang bersekutu seperti Turki dan Yunani.
Sebuah survei global yang dilakukan Worldwide Independent Network
dan Gallup pada akhir 2013, seperti dilansir laman RT, Kamis 2 Januari
2014, menunjukkan terjadi permusuhan yang kuat terhadap peran AS sebagai
polisi dunia. Warga di lebih dari 60 negara diberi pertanyaan: "Negara
mana yang menurut Anda adalah ancaman terbesar bagi perdamaian di dunia
saat ini?"
AS menempati puncak daftar tersebut, dengan 24 persen jumlah orang
percaya AS menjadi bahaya terbesar bagi perdamaian. Sedangkan Pakistan
menduduki posisi kedua, dengan 8 persen suara, diikuti China dengan 6
persen suara. Sementara itu, Afghanistan, Iran, Israel, dan Korea Utara
berada di posisi keempat dengan 5 persen suara.
Ancaman dari AS dinilai paling tinggi di Timur Tengah dan Afrika
Utara, daerah-daerah yang baru-baru ini paling dipengaruhi oleh
intervensi militer Amerika. Selain itu, survei tersebut juga menunjukkan
bahwa bahkan orang Amerika menganggap negara mereka sebagai ancaman
potensial dengan 13 persen dari mereka juga berpendapat AS dapat
mengganggu status quo global.
Warga Amerika Latin seperti Peru, Brasil dan Argentina dilaporkan banyak berpendapat bahwa AS sebagai negara paling berbahaya.
Setelah ancaman untuk melancarkan serangan ke Iran, banyak negara
yang berpendapat Israel adalah ancaman terbesar bagi kemakmuran. Sebab
itu, banyak warga Maroko, Lebanon, dan Irak yang memilih Israel sebagai
negara yang berbahaya bagi perdamaian dunia.
Para peserta survei juga ditanya: "Jika tidak ada hambatan untuk
hidup di negara manapun di dunia, negara mana yang ingin Anda huni?"
No comments:
Post a Comment